Sedikit teori praktis mengenai sambaran petir

Jadi sebagai seorang anak dari bapak yang mempelajari petir pada masa mudanya, di rumah seringkali saya mendapatkan ceramah dari sang bapak mengenai petir dan bagaimana cara menangkalnya. Memang si bapak ini dulu terkenal sebagai Ki Ageng Selo karena, kantornya dulu di TE***M menugaskan si bapak untuk menuntaskan masalah petir yang menyambar stasion satelit di Cibinong.

Kali ini, saya yang penasaran, supaya nggak malu kalo ada yang nanya, setidaknya saya bisa mengerti teorinya. hehehe. Ternyata begini prinsipnya:

  1. PETIR itu memang biasa menyambar tempat-tempat yang cenderung berposisi tinggi. PETIR juga biasa menyambar tempat-tempat yang mempunyai elektron tinggi. Nah dalam sistem jaringan listrik, PETIR biasa menyambar ground. Mengapa ? Karena dalam jaringan listrik masa kini, biasanya PETIR sudah diantisipasi dengan membuat penangkal petir yang tersambung ke ground wire. Jadi untuk kasus sambaran langsung, petir biasanya langsung teralikan ke ground wire di level tegangan manapun
  2. Di Indonesia, di tegangan rendah, yakni 220 Volt yang tersambung ke rumah-rumah, ground disambungkan dengan netral. Berbeda dengan di negara maju, biasanya ground sudah jelas-jelas dipisah. Di negara maju, biasanya tetap ada 3 kabel yang masuk ke rumah. Yaitu Arde, Netral, dan Ground. Kalau di Indonesia hanya ada 2 kabel aja yang masuk ke rumah, yaitu Arde dan NetralGround.

    Hal ini mengakibatkan apabila ada sambaran petir di Indonesia, umumnya petir akan menhantam ground wire dan teralirkan ke tanah dengan waktu sepersekian milidetik, namun perlu diingat bahwa sepersekian milidetik itu tetap akan terasa pulsanya di ground wire, dan kalau menyambar sistem 220 Volt, maka pulsa itu akan menyambar kabel netral juga karena kabel ground dengan kabel netral di rumahan Indonesia umumnya tersambung.

    Pulsa PETIR yang masuk ke NetralGround dapat berorder kilovolt, dimana dapat dengan instan membunuh devais devais terutama yang berkomponen elektronik. Dan apabila Pulsa PETIR itu masuk ke Netral Ground, sementara kabel Arde tetap di 220 Volt, maka perbedaan tegangan berorder Kilovolt tetap ada dan BOOM selamat tinggal alat alat elektronik yang terkena.

    Karena itu, antara kabel arde dengan netralgrond ada baiknya dipasang arrester sesuai yang dapat memotong overvoltage di atas 300 Volt kira2. Dengan dipasangnya arrester ini, maka saat arus overvoltage menyambar GroundNetral, dengan orde Kilovolt katakanlah, karena kita teruskan ke arde, maka arde akan mempunyai tegangan kilovolt + 220 Volt. Kira2 begitu, dan dengan begitu maka devais menjadi aman.

  3. Selain sambaran langsung, pulsa petir juga dapat timbul akibat arus induksi. katakanlah PETIR menyambar suatu besi di kejauhan sekitar 10 meter, kalau ada besi lainnya dengan teori medan, maka kita mendapatkan pulsa PETIR itu, walaupun tidak separah tempat sambaran utama di sekitaran tempat tersebut. Jadi, antisipasilah juga arus listrik yang mengalir dari induksi. yang mungkin mengenai bodi yang terhubung juga dengan ground. (dan kembali ke teori ground)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s