Manusia baik hati akan selalu memberikan inspirasi walaupun sudah tiada

Delft, 2 Februari 2014

Bismillah,

Delft, Minggu subuh ini berlangsung seperti biasanya.  Sendiri terbangun dalam kamar studio dan melakukan beberapa aktivitas rutin layaknya sebagian besar pelajar rantau lainnya.  Setelah matahari sudah akan muncul di kota Delft, saya sudah tidak bisa lagi menahan beratnya mata, mungkin karena ngantuk tak tertahankan setelah aktivitas plesir ke kampus kota tetangga di hari sebelumnya.  Sambil main-main hp, akhirnya mata semakin berat dan ketiduran dengan sempurna pun terjadi.  Saya dibawa ke alam mimpi dengan cerita yang cukup aneh menurut saya.  Saya sedang mengejar penjahat di suatu desa tempat tinggal Bapak saya di Jawa Timur bersama dua teman saya dan kami menjadi detektif-detektifan.  Ya, cerita menjadi detektif di mimpi saya itu sebenarnya tidak terlalu penting, tapi cerita setelah itu cukup membuat saya sendiri haru..

Sebelum cerita itu saya lanjutkan, saya ingin bercerita tentang pakde saya yang sangat kami sekeluarga sayangi.  Kalimat tadi harus saya lengkapi juga, almarhum pakde saya, tepatnya.  Beliau meninggalkan kami sejak hampir setahun yang lalu.  Beliau seringkali mengingatkan keluarga besar kami kepada kebaikan, dan mengingatkan untuk menjauhi hal-hal yang kurang membawa manfaat.  Almarhum pakde dan keluarganya selalu menjadi keluarga yang hangat, memberikan solusi di saat keluarga kami bingung, tempat curhat bagi kami semua yang sangat kami rindukan.  Memberikan solusi di saat saya sendiri pernah mendapat pukulan dan teguran yang tidak mudah dalam kehidupan saya.  Kawan bersilaturahim dan bercanda bagi kedua orang tua saya.  Ya, beliau adalah manusia seperti itu.

Dan siapa tahu,, siapa tahu di pagi ini  saya bermimpi menjadi detektif di suatu desa yang seperti tempat tinggal Bapak saya, dan ternyata, saat saya sedang mengivestigasi penjahat dari rumah ke rumah warga, Alloh memberikan saya mimpi bertemu seseorang yang dirindukan..  Di salah satu rumah kecil dengan sepasang kakek dan nenek yang tidak saya kenal di dalamnya, saya akrab menginvestigasi mereka sambil bermain dengan cucu-cucu mereka.  Suasana lebaran yang sangat haru dan menyenangkan sebagai seorang detektif😀.

Lalu cucu-cucu dari nenek dan kakek itu memaksa saya masuk ke dalam ruangan keluarga mereka untuk bermain,  saya ditarik dan saya mengikuti mereka, lalu ternyata,  saya menemukan sosok yang saya kenal dalam hidup saya.

Beliau memakai baju putih tersenyum lebar setengah tertawa.  Seperti dahulu biasanya, setiap bertemu beliau, saya pun menyodorkan tangan untuk salim (bersalaman) dan mencium tangannya seperti diajari orang tua saya.  Tetapi kali ini, dengan senyum itu kami berangkulan, saya pun sampai dapat mengingat minyak wangi yang biasa beliau pakai dalam mimpi itu, dan juga beliau membisikkan satu kata berulang-ulang, simpel tapi berulang-ulang

“Bersyukur, bersyukur, bersyukur.. bersyukur …. bersyukur …… bersyukur …………. bersyukur.”

Begitulah kata-kata itu dibisikkan pada saya.  Seolah mengingatkan kembali perjalanan hidup saya, atas saran beliaulah saya mencari kuliah di luar negeri.  Atas saran beliau jugalah saya tetap bersabar sementara waktu untuk tetap di Kalimantan Barat dan mengambil segala hikmahnya.  Dalam mimpi itu, setelah mendengar bisikan itupun, sesuatu hangat terasa meleleh keluar dari mata saya, dan setelah itu saya pun terbangun dan mendengar jam dinding saya berdetik sesuai dengan setiap kata bersyukur yang diulang almarhum pakde saya di mimpi itu.  Saya menyeka mata saya, dan ternyata air mata yang keluar di mimpi itu pun juga keluar di kehidupan nyata.

Manusia baik hati akan selalu memberikan inspirasi walaupun sudah tiada.  Juga yang jelas dalam kisah pagi ini, dan mimpi pagi ini semoga penuh hikmah.  Alloh mengingatkan saya untuk selalu bersyukur lewat mimpi itu, lewat mimpi yang sekaligus memberikan secercah nostalgia.  Dan juga kata bersyukur yang diucap berulang-ulang dan berganti detik jam dinding, apakah itu artinya saya harus selalu bersyukur setiap detiknya berjalan ?

wallohualambishshawab

Pakde in white

Pakde in white

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s