“Bersyukur”. Itulah yang terlintas di pikirannya pada saat dirinya terduduk di pinggir kanal itu sembari menikmati semilir angin sore yang berhembus membelai parasnya. Memang, kota ini berhasil membuat seorang yang keras hati menjadi luluh lembut (baca : bukan saya). Setelah sedemikian banyaknya yang telah dan akan terjadi dalam kehidupan fulan, menarik nafas dan mengambil hikmah dari ini semua tentu akan sangat menyegarkan sehingga dirinya akan siap kembali menghadapi segala hal yang lebih dan lebih sehingga demikian akan menjadi sebuah sesuatu yang sangat sangat sesuatu, membuat dia siap membulatkan tekad kembali untuk mencapai ridho Tuhannya, setelah dirinya siap menghadapi langkah berikutnya, dengan senyuman tulus dia berkata , “sampai jumpa lagi wahai kanal cinta” #monologgagal:)) – at Venice

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s