Kebodohan(ku) di Classical Concert Hall

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa saya adalah orang yang agak-agak tertarik dengan musik klasik.  Semua ini dapat dimengerti dari blog saya beberapa tahun yang lalu tentang film dorama jepang tentang musik klasik yang membuat saya memilih menonton itu daripada belajar untuk UAS keesokan harinya.  Dan akhirnya saya di Holland mendapatkan kesempatan untuk datang langsung ke concert hall , sebuah gedung dengan tingkat akustik yang luar biasa tinggi sehingga noise, gaung, gema  benar-benar teredam dan suara yang keluar dari instrumen musik dapat lebih natural.  Sebagai orang berusia 26 tahun ke bawah, saya mendapatkan potongan harga tiket masuk, untuk kursi manapun.  Tentu saja saya memilih duduk di kursi  yang termasuk VIP – saya pilih yang paling mahal.  Dimana dengan harga normal saya mendapat 56 euro, karena usia saya, saya hanya cukup membayar 9 euro.  Merdekaaa😀

2013-10-05 20.15.50

Sengaja saya pilih satu piece dari Beethoven, dimana Beethoven symphonie no. 7 ini adalah lagu orchestra pertama Sinichi Chiaki dalam film Nodame Cantabile yang sudah familiar di telinga saya.  Ya, ternyata saya membuat sebuah kebodohan lagi, dasar Indonesian labil dan lalai (haha saya aja kali yang alay), Jadi pada di ruangan akustik yang luar biasa tanpa noise itu, seperti instruksi sang MC bahwa, agar HP dapat dimatikan.  Saya melakukannya dengan sadar dan saya yakin saya telah melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.  Performance pun dilakukan oleh sang konduktor bernama Philips.  Saya sangat mengerti bahwa dalam suatu performa musik klasik, konduktor memegang konsentrasi penuh sepanjang lagu.  Dia harus mempertahankan ketukan sambil mengarahkan para pemain string, air, dan perkusi agar memainkan sesuai dengan gladi resik sebelumnya.  Dan tentu saja para pemain instrumennya pun harus berkonsentrasi, sedikit suara akan mendapat andil mengganggu yang sangat amat.

2013-10-05 19.52.43

DANNNN tiba-tiba ada suara beep alarm pada jam tangan, yang tentu saja – untuk membuat blog ini ramai – jam yang berbunyi adalah jam tangan saya.   Saya sangat yakin bahwa seluruh ruangan dapat mendengarkan dengan khidmat alarm beep jam tangan yang saya miliki yang dapat saya indikasikan dari muka muka yang menoleh ke arah saya dari ujung sini sampai ujung sana  seantero ruang concert.  O M G , saya malu dan baiklah, saat break saya undur diri saja :p.  Tapi overall, de doelen concert hall @Rotterdam is a great concert hall, dan sang konduktor, Philips, memainkan Beethoven Symphony no 7 dengan apik dan bulat.  Pengalaman yang bagus juga untuk membedakan suara-suara string ensemble seperti violin, dan viola, now i know the difference🙂 .  Berikut saya uplot video yg saya rekam diem diem (sebenernya nggak boleh ngerekam di dalem, huhu, dasar Indonesian)…!

Bandingin sama nodame (tapi emang lagi main part yang berbeda koq jadi agak beda suaranya ehehe)

4 thoughts on “Kebodohan(ku) di Classical Concert Hall

  1. Halo mas Jejey. Saya bakalan ke Delft nih Fall 2014 ini. Nyari2 info tentang hidup di Delft, eh malah mampir ke artikel ini. Hehehe..
    Wah, saya juga suka banget itu film nodame mas, apalagi Symphony No. 7 nya! Boleh nih ntar share2 info konser pas di Belanda mas. Pengen banget nonton orekstra di Eropa.. Hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s