Pada akhirnya yang membedakan dua orang sukses-tidak sukses itu doanya koq

Baiklah, jujur saya perlu menulis di sini karena saya baru saja mendapatkan sebuah pencerahan dalam hidup.  Saya perlu menulis agar insya Alloh di masa depan kalau saya lupa, saya dapat menjadi malu kembali bahwa saya pernah menulis hal ini.  Jadi kisah hari ini ada event silaturahim yaitu kumpul alumni ITB yang pertama kalinya di Belanda dilaksanakan.  Acara utamanya adalah makan-makan (pastinya)-hehe, dan diselingi oleh acara lainnya seperti ramah tamah dan dialog sharing dari master-master kehidupan alumni ITB di Belanda.  Cukup ramai yang datang, sampai sekitar 70 orang, dan saya kira angka itu belum menceriminkan 40% alumni ITB di Belanda.

temu alumni iaitbnl

So, acara berlangsung dan ternyata ada satu kalimat yang membuat seseorang seperti saya ini bisa merasakan sebuah kelegaan.  Kalau dianalogikan sih seperti di dark room yang sangat gelap tidak ada cahaya dan pengap, tiba-tiba ada seseorang yang membuat lubang. JBRET! dan cahaya matahari beserta angin segar masuk membelai suatu kelabilan yang terjadi (halah apa ini bahasanya)

Acara dialog diisi oleh 3 narasumber, 2 Bapak-Bapak dan 1 Ibu. Ketiganya mempunyai kisah kehidupan yang sangatttt sangattttt menarik bagi saya.  Kami-kami para anak baru kemarin- yang baru datang ke Belanda mendengarkan cerita dari para narasumber dengan seksama – santai.  Bapak pertama terlihat dan mengeluarkan charm yang sangat bijak (agak lebay bahasanya – kalo Bapak baca jangan dimasuki hati ya hehe), beliau sangat banyak memberikan pandangan hidup yang mencerahkan dengan gaya ceritanya yang sangat bijak.  Si Ibu juga membuat saya salut dengan effortnya mengejar cita cita.

lalu sampailah kita kepada Bapak satunya lagi ini yang ingin saya  fokus ceritakan.

Dialah seorang Bapak yang sudah cukup berumur, alumnus salah satu institut teknologi di Bandung dan pergi merantau ke Belanda, bekerja , dan berkeluarga di negara tulip ini selama sudah beberapa belas tahun.  Memilih untuk bekerja di rantau yang mempunyai tantangan tersendiri,  kami semua mendengarkan cerita sukses darinya yang membuat kami ingin bertanya tentang bagaimana meraih kesuksesan itu.  Bagaimana saya tidak bisa bilang sukses, karena dia sudah menjadi salah seorang dari beberapa Manajer headquarter salah satu perusahaan produk terkenal sedunia yang ada di Belanda sebut saja danon*.  Dia mempunyai beberapa bawahan, yang terdiri dari orang asing.

Dengan gaya santainya, agak-agak bergaya koboi beliau menceritakan kisah perjalanan hidupnya, bagaimana dia bisa mencapai seperti itu, dan beberapa kata yang membuat saya berpikir dan menghembuskan nafas yaitu sebagai berikut :

“Ya semua ini terjadi karena nasib koq”

Sebagai manusia yang percaya akan kekuatan ikhtiar, saya agak menghembuskan nafas mendengar hal itu, tapiii setelah itu beliau menjadi serius mengatakan bahwa perjuangan beliau itu sangat keras naik turun sehingga bisa membuat orang orang bule menghargai dan mempercayai berada di bawah kepemimpinannya.  Beliau pun memberi saran bahwa kalau berhadapan dengan orang bule, yang penting jujur.  kalo nggak bisa, bilang nggak bisa.  Mereka lebih menghargai orang nggak bisaan tapi jujur dan mau belajar, daripada orang yang diem-diem aja tapi hasilnya nggak begitu okey.

Pertanyaan dari yang menyimak pun semakin banyak, kami pun puas dengan jawaban-jawaban yang dilantunkan para narasumber.  Setelah itu , kalimat pamungkas saya dengar dari sang koboy, yang merupakan lubang kamar gelap saya adalah :

“Pada akhirnya yang membedakan dua orang sukses-tidak sukses itu doanya koq”

Hehe, bagi sebagian orang, atau mungkin bagi para pemirsa blog saya ini pun, menganggap kalimat di atas biasa saja dan lumrah.  Tetapi bagi saya di hari ini, kalimat itu bisa membuat saya tersenyum.  Begitulah beliau mengatakan kalimat itu sambil menunjuk jarinya dan tegasnya perkataan itu membuatku teringat bahwa, doa harus selalu menyertai ikhtiar.  Beliau melanjutkan dan menceritakan bahwa pengalaman yang dia rasakan, dan intinya :

lihat saja orang-orang yang rajin berdoa, di dalam hidup ini akan lebih bagaimana dibandingkan dengan orang yang kurang berdoa.

Bahkan seorang koboy sukses pun mempercayai kekuatan agama dan doa dan ridho Alloh.  Terima kasih ya Robb hari ini melalui event ini saya udah diingatkan supaya jangan lupa berdoa akan mimpi-mimpi dan permintaan-permintaan yang saya pinta padaMu.  Barokalloh semua bapak ibu inspirator!

Wallahualambishshawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s