Adapt Jey ! Adapt ! Manfaat untuk orang lain ! (agak homesick 3 hari di camp Arnhem)

Baiklah, hari ini adalah hari ke sepuluh saya di negara ini , karena rencana kuliah 2 tahun, hitunglah 104 minggu, berarti saya bisa menaruh progress bar 1/104 hari ini.  Huhu masih a long way to go dan saya di sini sudah merasakan home sick yang cukup amat sangat di hari ke sepuluh. haha, agak berlebihan sih, sebenarnya agak merasa homesick karena minggu ini ada kemping 3 hari di luar Delft (kota kampus saya). 3 hari semacam outbound (atau outbond sih nulisnya ?) di kota Arnhem, dengan berbagai kegiatan mulai pengenalan kuliah dan project, olahraga sepak bola dan crossball (olahraga tradisional Belanda mirip2 basket, hmm bener nggak ya namanya crossball????) di lapangan dekat Arnhem sini.  3 hari yang dimana saya harus jauh dari asrama saya sendiri dan merasa kurang privacy gara-gara harus sekamar dengan 5 bule-bule lainnya dari seluruh dunia, ada dari Nigeria, Cina, Belanda, Iran. Hoahm, agak-agak berada di luar zona nyaman saya memang koq.



DSC00656_1280x281

Sejujurnya i am not used to kehidupan dan culture disini.  Saya lebih nyaman berada di Indonesia dimana saya bisa mendengar adzan 5 kali sehari dan sholat dengan bebas di manapun.  Selain itu, di Indonesia saya nggak perlu repot-repot menjelaskan bahwa saya nggak minum bir dan memakan babi setiap kali saya ditawari minum atau makanan.  Kalaupun ada tempat lain selain Indonesia yang saya rindukan, saya sangat kangen suara adzan dan gema di masjidil haram dan masjid nabawi dan berada di tengah-tengah sesama muslim, alhamdulillah benar-benar bekal yang sangat berarti sebelum menghadapi kerasnya hidup dan perasaan asing terhadap kehidupan di Belanda or Eropa.  Anyway memang sangat nyaman berada di tengah-tengah keluarga sendiri dan lingkungan yang menyenangkan seperti itu, tetapi ya mari kita ingat-ingat kembali bahwa Rasulullah juga dahulu sendirian, secara sembunyi-sembunyi, lalu secara terang-terangan membangun agama yang sangat indah ini.  Masya Alloh.  Mari kita ingat Habibie juga pernah berada di tengah-tengah negeri Eropa, dan mari kita lihat manfaatnya bagi umat manusia.

Rasulullah pernah bersabda, “Khairunnas anfa’uhum linnas”, yang artinya, “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kalau kita perhatikan, sabda Rasulullah di atas mengajak kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya bagi sesama muslim, lho.  Jadi, menurut saya, kalau kita sudah niat membantu orang lain, even itu bukan muslim, siapapun itu sesama manusia, maka kita sudah menjadi sebaik-baik manusia, dan Alloh pasti sudah memberikan porsi pahala sendiri.

DSC00652_1280x720

 

DSC00648_1280x720

So, walaupun bukan berada di negara muslim, sama sekali nggak ada salahnya mempunyai niat saling membantu, selama itu tidak merusak agama kita sendiri.  Bukankah Rasulullah pernah mencontohkan untuk menyayangi seseorang Yahudi ?  Dimana Rasulullah setiap hari memberikan makanan kepada Yahudi buta yang selalu mengejek Rasulullah, dan pada saat Rasulullah meninggal, suatu hari  Umar menggantikan peran Rasulullah memberi makan orang buta itu dan orang buta itu mengeluh “Dia bukan orang yang biasa memberikan saya makan, biasanya orang yang memberikan makanan kepada saya itu lembut”  huu jadi sedih dan haru mengingat cerita ini.

Ya baiklah Jey ! (ceritanya sedang meyajinkan diri) dont doubt anymore.  Anggap perjalanan panjang ini jalan untuk bermanfaat bagi orang lain, yaitu orang Eropa saat ini, teman-teman internasional saat ini, manfaat untuk negara dan orang-orang Indonesia di masa depan, (syukur2 bisa kayak Habibie :P) dan menjalankan perintah Alloh untuk menuntut ilmu dan saran untuk merantau.

Wallahualambishshawab

 

 

2 thoughts on “Adapt Jey ! Adapt ! Manfaat untuk orang lain ! (agak homesick 3 hari di camp Arnhem)

  1. Welcome to the club ! Dimana hampir setiap saat kita harus menjelaskan mengapa tidak boleh ini dan itu (maksudnya yang tidak sesuai dengan aturan agama). Terkadang, malah ada yang interest dengan aturan Islam dan itu lebih menjadi “beban” pribadi karena penjelasan kita akan menentukan pandangan dia terhadap Islam. Serem, tapi bisa jd adventure sendiri. (bersyukurlah ngejelasinnya masih pke b ing.. lah saiyyaaa.. TT_TT) Good luck !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s