Malu dengan para perantau Kalbar

Bismillah Yaa Alloh, yang maha mengetahui segala isi hati…

3 tahun lebih ini Engkau rantaukan aku bersama teman-temanku dari pulau kampung halaman kami masing-masing ke sebuah pulau bernama Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Barat.  Engkau Maha Pemberi Rezeki, Maha Pengasih dan Penyayang, pasti ada suatu maksud, hikmah yang dapat diambil dari setiap langkah yang Engkau berikan pada kami..  Jadikanlah aku orang yang bisa mengerti sebanyak-banyaknya hikmah yang Engkau berikan yaa Rabb.

The best collagues in the world!!!

The best colleagues in the world!!!

Alloh mengizinkanku bertemu dengan orang-orang hebat.  Yang merantau untuk hidup.  Dan yang membuatku MALU karena kelebihan-kelebihan mereka dalam mencari ridhoMu, yaa Rabb,

Di saat aku berniat menggunakan waktu luangku untuk istirahat di malam hari, temanku mengisi waktu ulang untuk mengerjakan tugas kuliah dan ujian, bahkan ada yang mengisi hari libur dengan mengajar di SMP dan SMA dengan niat untuk berbagi ilmu. Aku MALU.

Di saat aku berniat mengisi weekend dengan istirahat (lagi) dan serangkaian hiburan seperti film yang siap menunggu, dan beberapa komik yang belum dibaca, temanku rela dalam perjalanan dari pedalaman ke kota, yang memakan waktu 5 sampai 7 jam untuk menghadiri kuliah ekstensi di hari Sabtu Minggu.  Apakah wajar bila aku MALU ?

Di saat aku hanya memikirkan kesenangan dan urusan diriku sendiri, banyak orang yang serius kerja untuk keluarganya di rumah.  Boleh mungkin ya MALU?

Bahkan! aku pernah packing seluruh barang-barangku karena hampir tidak tahan dengan berada di suatu kota terpencil bernama Singkawang, di saat orang lain tidak punya pilihan dan yaaa, mau nggak mau jalani kehidupan di sana,  di saat orang lain berada lebih di pedalaman lagi, sedangkan aku, berniat untuk kabur.  Saat ini aku pikir-pikir kembali, segitunyakah diriku, BAGAIMANA AKU TIDAK MALU ?

Ya Alloh, terima kasih telah mempertemukanku dengan kawan-kawan perantau Kalbar yang menyadarkanku dan mengajariku berbagai hal berharga dalam kehidupan.  Tidak menjadi orang yang cengeng dan tidak menjadi orang yang lupa diri.  Aamiin, masing-masing dari kita para perantau punya tujuan hidup dan master plan dalam hidupnya masing-masing. Semoga jalan yang ditempuh barokah dan Engkau ridhoi… Aamiin

Wallohualambishshawab

Laskar PLN angkatan 15 n friends

Laskar PLN angkatan 15 n friends

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s