doa dan istikharah

Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya around the globe, or even around this “dunya” alias dunia, adalah manusia mempunyai hak untuk menentukan sendiri ke mana manusia ini akan berjalan. Tidak seperti pohon di hutan yang tidak bisa berjalan ke manapun. tidak pula seperti binatang bebas berjalan, tetapi tidak diberi kemampuan oleh Allah untuk menjalani sebuah pemikiran-pemikiran yang memerlukan akal pikiran. Alhamdulillah kita sudah dilahirkan sebagai manusia yang mempunyai akal yang tentu saja mempunya tanggung jawab lebih. tanggung jawab lebih untuk menjalankan apa yang sudah Pencipta kita amanahkan. Tanggung jawab untuk dapat menjadi objektif antara yang salah dan yang benar, dan berpegang teguh kepada jalan kebenaran.

Ya kembali ke judul. doa dan istikharah. Sudah dari jaman dahulu kala bahwa manusia diperintahkan untuk berdoa. Seperti dalam al Quran dalam islam “ud uni astajib lakum” artinya “Berdoalah, niscaya akan kukabulkan”. Ataupun dalam kristen, sering baca di komik n nonton di film “Ask. then you will be given” *Mohon maaf kalau ada salah penulisan. Ayat Quran yg simpel. Bahkan tidak ada tambahan misalnya “berdoalah yang baik-baik saja” yang artinya doa yang baik maupun yang buruk akan dikabulkan. Jadi ini semua kembali ke hakikat seorang manusia : Meminta pada Allah yang menciptakannya. Dan hubungannya dengan paragraf pertama saya di atas yaitu : Being human, sometimes Allah accepted your prayings. even they were good or not. . Maka sebaik-baiknya doa dan usaha yaitu berdoa ditunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalan kebaikan “ihdinashshiraatalmustaqim”. Dan sebaik-baiknya usaha yaitu dengan terus menjaga pemahaman bahwa “diri ini tidak selalu benar, jangan merasa tinggi hati menjadi seseorang yang paling benar”

Karena itu doa hendaknya diiringi dengan ikhtiar serta istikharah. Istikharah is not a wild card which chooses between A and B. Istikharah itu suatu metode pembulatan tekad sebelum berangkat berikhtiar, ataupun di kala berikhtiar. Apabila seorang muslim sudah berpikir, berijtihad antara A dan B dan C dan seterusnya, lalu dia memilih A. maka berdoalah dengan niat istikharah, bisa setelah shalat sunnah dhuha, ataupun baiknya setelah qiyamul lail, berdoalah “ya Rabb, apabila jalan yang kupilih ini adalah baik untukku, orang-orang sekitarku dan agamaMu, maka lancarkanlah jalanku ini”. “Dan apabila jalan yang kupilih ini adalah menjadi keburukan bagiku, orang-orang sekitarku, dan agamaMu, maka palingkanlah”. “Engkau maha mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui.”

Yang terpenting adalah selalu tidak angkuh, tidak merasa diri ini paling benar. Kalau sudah yakin jalan yang kita ambil adalah jalan kebaikan, maka berangkatlah ikhtiar, jangan lupa istikharah. “Bisa jadi kamu mencintai sesuatu padahal dia amat buruk bagimu, dan bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal dia amat baik bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Diekstrak dari pengalaman kehidupan

Wallahualambishshawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s