mendunia atau mendaerah

Alhamdulillah, semua yang dihadapi apabila dihadapi dengan ikhlas dan sekuat tenaga, jangan lupa berkata alhamdulillah.. Alhamdulillah temen-temen yang dulunya sekelas, seangkatan, sekampus, sehimpunan saat ini udah banyak yang bisa mensyukuri keadaannya di tempat yang mendunia.
Alhamdulillah saat ini temen-temen lain juga banyak yang sudah dapat mensyukuri untuk bekerja di tempat yang diamanahkan Alloh di daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Alhamdulillah temen-temen yang di Inggris, Korea, Amerika, Jepang dapat merasakan pengalam-pengalaman baru yang sangat baru, seperti mensyukuri turunnya salju, mensyukuri bertemu teman-teman baru di seluruh dunia, mensyukuri uniknya budaya-budaya di tempat asing, mengerti keadaan global, memandangi pemandangan-pemandangan yang sangat indah, menyesuaikan diri dengan lingkungan global, dan segudang pengalam lain yang memang hanya dapat dirasakan oleh mata, telinga, kulit, lidah sendiri. Subhanallah

Sementara teman-teman lain ada pula yang diamanahkan harus berada di tempat yang lebih tidak maju daripada di luar negeri seperti itu. Seperti berada di banda aceh, nusa tenggara, riau kepulauan, sulawesi, bahkan maluku ataupun papua.
Banyak sekali teman-teman yang awalnya mengeluh keluh kesah pada awalnya, timbul beberapa pertanyaan dalam hidupnya mengenai apa yang telah menimpanya. Membandingkan dirinya dengan teman-teman yang dianggap lebih beruntung yang dapat menikmati indahnya dunia luar.
Tetapi orang-orang yang dipindahkan ke daerah adalah orang-orang yang mempunyai rasa sabar yang sangat tertempa, Bertemu dan berkenalan dengan orang-orang daerah sana. Merasakan keterbelakangan rakyat, sistem yang berantakan, tata kota yang semrawut, adalah orang-orang yang dapat merasakan hal positif lain daripada berada di luar negeri. Saya percaya akan hal itu.

Orang yang sudah memandang kemewahan, keindahan, dan bersyukur di luar negeri bisa saja merupakan orang yang penuh rasa syukur.

Orang yang sudah lama mengabdi di daerah bisa saja merupakan orang yang bersabar.

Tetapi tetap saja manusia adalah makhluk Tuhan yang dapat lengah sehingga terbang dalam rasa syukur, juga dapat lengah dari rasa sabar sehingga menggalau dan mengeluh.

Beberapa hari ke belakang rasanya benar-benar pilu.

Pilu akan hal-hal yang bodoh dan sederhana, tetapi itulah yang benar-benar terjadi. Ya Alloh, murnikan jiwa saya, jauhkanlah dari penyakit-penyakit hati. Berikanlah saya sejuta inspirasi agar dapat menjadi manfaat untuk orang-orang dan masyarakat di dekat saya..

Dimanapun saya berada..
Dalam kondisi apapun hati ini merasa..
Karena hati ini milikMu..
Hidup ini pun sementara..

Wallohualam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s