mencarirejeki

Mungkin sedikit terlambat untuk berpikir mengenai hal ini. Calon orang hebat itu seharusnya memikirkan matang-matang hal ini sedini mungkin.  Apalagi setelah lulus suatu sistem pendidikan.  Memang, sistem pendidikan itu meningkatkan kemungkinan untuk meraih pekerjaan yang diinginkan, tetapi semua tergantung niat diri ini, kemauan ingin menjadi orang semacam apa, dan tentunya izin-Nya.  Jadi, tulisan ini sebenarnya adalah tulisan yang ditujukan untuk membagi-bagi pengalaman (untuk seluruh kalangan) (ceile), juga untuk sharing kalau-kalau ada yang kurang setuju ataupun setuju bisa berbagi-bagi pengalaman🙂

Islam pun mengatakan bahwa mencari rejeki yang halal adalah jalan meraih taqwa yang paling utama.  Mengapa? karena terasa sekali, setelah memasuki dunia kerja, semua dunia dalam genggaman tangan kita.  Diri ini bebas memilih jalan hidup layaknya sebuah game RPG.  Mau jadi pahlawan heroik, mau jadi seorang prajurit, mau jadi orang yang standar-standar saja? mau menjadi orang jahat? mau jadi alumni universitas teknik dan akhirnya menjadi seorang teroris?  atau mau menjadi koruptor kelas kakap?

Jadi istilahnya, dunia ini adalah pilihan between Angel and Devil. Aku – seorang Jejey yang mungkin di kampusnya biasa-biasa jadi orang yang adem-adem aja, sekarang bisa bebas memilih untuk jadi orang jahat, misalnya jadi koruptor, makan uang rakyat dengan nggak jujur.  Tapi di lain sisi aku pun punya pilihan untuk menjadi orang jujur yang terus berusaha membangun satu demi satu kepercayaan teman-teman sesama manusia pencari rejeki.

Dan itu pun hanya pilihan.  Begitu banyaknya pilihan, orang akan mulai berpikir-berpikir, dan berpikir untuk menjadi orang macam apa.

Dan itu pun hanya pilihan.  Kita sudah mempunyai mimpi dan pilihan yang indah, tetapi kalau tidak bisa menjaga diri menjadi orang jujur dan bertaqwa, kemungkinan untuk menjadi orang hina pun akan membuat mimpi-mimpi indah itu sirna.

Dan itu pun hanya pilihan.  Kita sudah mempunyai mimpi dan pilihan yang indah, tetapi kalau tidak bisa menjaga diri menjadi orang jujur dan bertaqwa, kemungkinan untuk menjadi orang hina pun akan membuat mimpi-mimpi indah itu sirna.

Sudah banyak sekali cerita yang terdengar – bahkan itu adalah teman saya sendiri – yang tersesat jalan dan kehilangan mimpi indahnya.

Dunia itu begitu mengerikan……

Karena itu, kembali ke topik mencari rejeki.  Mencari rejeki yang halal menuntut semua pergerakan, mulai dari niat – yang hanya untuk Alloh, sampai kepada perbuatan yang kita lakukan – sekiranya adalah jalan perbuatan yang terbaik, sehingga merupakan solusi banyak pihak (baca : win-win solution) dan semoga tidak menyakitkan banyak pihak.

Seorang pencari rejeki yang halal pun tidak bisa hanya mengandalkan niatnya yang bagus, dan perbuatannya yang sudah cerdas.
Ternyata masalah itu jelas sekali dikatakan dalam Al Quran (di suatu ayat di juz 9 / 10, lupa tepatnya hehe)
“orang yang bertaqwa akan diberikan kemampuan untuk membedakan yang haq dengan yang batil.”
Semua orang umumnya ingin dilimpahkan rejeki yang banyak.  Tetapi apakah rejeki itu barokah, hanya Alloh yang tahu.  Dan supaya barokah, maka raihlah rejeki dengan jalan yang Alloh ridhoi.  dan salah satu jalannya adalah dengan jalan yang Haq.  jangan jalan yang batil.  Dan kemampuan membedakan haq yang batil itu hanya bisa diraih dengan jalan jadi orang yang taqwa, yaitu orang yang melaksanakan perintah Alloh, dan menjauhi larangan Alloh.
Juga – rejeki yang halal itu salah satunya bisa diraih dengan teori…
“Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain”
“How ?”
“Do the businesswork”
Karena dengan berbisinis, dan berwirausaha, akan banyak orang yang merasakan manfaatnya.  Bahkan pekerjaan yang sekarang ditekuni pun tidak ada artinya kalau pekerjaan itu tidak mengantarkan kita kepada kemandirian bisnis.
Ayo melantur lagi.  Salah satu indikator suksesnya bisnis kita (kemandirian bisnis), adalah bisnis kita itu sudah menjadi passive income kita, dan kalau  bisnis kita itu kita tinggalkan selama 2 bulan, maka bisnis itu tidak akan luntang-lantung bahkan bertambah baik. (autopilot gitu deh)

Di umur 35 tahun mulai mencari rejeki dari mandiri berbisnis? Dan  umur 40 tahun sudah punya bisnis yang bisa ditinggal …. berani ?? Hmm jujur saja di tahun 2010 ini begitu awal memasuki dunia kerja (bukan pesimis, tapi kita harus realistis) – mengetahui semua yang busuk-busuk, yang mengerikan-mengerikan – masih belum berani…  But.. In several years I will say “BERANIIIIIIIIIIII!!!!!!” with determination !😉

2 thoughts on “mencarirejeki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s