ketua unit oo

Baru saja pulang dari ITB, jam 10 malam? ada apa? ternyata ada rapat pimpinan ketua UNIT ITB.  Dengan awal niat datang ke forum setengah hati, terus terang saja, lalu menit-menit memasuki ruangan forum mencoba membiasakan diri, terus menambah suasana sempet ingin keluar forum soalnya suasananya dingin banget, tapi ternyata pada akhir-akhir forum, suasana menyenangkan bertemu teman-teman baru dan orang-orang baru yang beragam dan sangat menarik, membuatku keluar tersenyum dengan ikhlas

Di forum tadi yang ngabahas tentang Struktur Unit-Kabinet-Kongres ITB, lalu tentang relokasi unit, dan terakhir tentang Open House Unit di ITB.  Ternyata eh ternyata…… jadi terpikir banyak hal tentang yang namanya pemimpin dan manusia beserta tipe-tipenya .  Hmm, dari pengalaman si gua ketemu berbagai macam ketua unit atau ketua suatu organisasi apapun, kepikiran beberapa jenis, terutama dalam menyikapi suatu rundingan.   Ini yang terpikir versi Jejey

  1. Orang yang diam saja, entah karena belum ditanya, entah karena hanya datang memang untuk menjalankan tanggung jawab dan selesai, entah karena lagi ada masalah sehingga menjadi merasa lelah kalau ikut berkontribusi.
  2. Orang yang tidak ikut berbicara karena entah karena  dia belum dapat momen yang tepat, atau entah karena dia merasa takut atau nggak PD untuk membiacarakannya atau dengan kata lain mengeluarkan isi pikirannya.
  3. Orang yang berbicara

dari 3 macam itu, terus terang saja untuk nomer 1,2,3 pernah dirasain sendiri ama jejey.  memang sangat berat sekali untuk mengeluarkan pikiran sendiri.  Pikiran original kita, murni, pure our originality, kadang-kadang dan pasti sih memberikan pertanyaan di benak orang lain, sehingga balik menyerang diri kita sendiri.  memang… sangat berat… tapi,, that’s how a leader must face.  Setiap pendapat pribadi kita, PASTI! ada yang orang lain setuju, sukai, PASTI ada juga yang orang lain gak setuju atau gak sukai.  Apa boleh buat, memang semua orang bergantung atau dengan kata lain berlindung di balik nama ketuanya.  Karena itu seorang ketua harus mampu mengambil energi terbesar untuk menhghadapi resiko.  Kalau dihubungkan dengan ilmu islam, seorang muslim harus berani mengambil resiko, seperti halnya berbisnis.  Kalau memang resiko yang diambil akhirnya berbuah buruk, ya, terimalah, inilah jalan-Nya.  kalau memang resiko yang diambil berbuah baik… syukurilah, dan jangan berlebih-lebihan.  wallohualambishshawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s