Coklat putih berbungkus abu-abu pastel

Coklat putih itu… sengaja kusimpan untuk seseorang di kampung halaman…

Seseorang yang kusangka dapat memberi harapan, Tapi apatah sebuah harapan, yang ada hanya sebuah ego pribadi.  Yang ada hanya sebuah ego pribadi…  Mungkin kebodohan juga telah tetap menyimpannya untuk seseorang itu.  Mungkin sangat bodoh untuk memberikannya malahan.  Mungkin sangaaaat bodoh… Setelah mengetahui dia pun menyimpan sesuatu untuk seseorang yang lain..

Coklat putih itu, berbungkus abu-abu pastel, kubeli karena manis rupanya.. mengingat manis rupanya. Kubeli di negeri seberang sana.. mengingat kampung halaman sini.. dan kuberikan dengan lugunya… kepadanya…

Apatah daya.. rasa suka memang lembut keras..   bahkan sampai sekarang, coklat putih rasa kopi itu.. masih menyimpan perasaan yang sama..

Bandung, 14 April 2008~ ich liebe dich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s