Adversity Cuotient..

Adversity Cuotient ..

Dimana semua ini harus dipertahankan.  Berbagai input masalah yang masuk ke dalam diri ini semuanya diolah dengan pikiran dan hati tergantung sebera kuat kita mengcontain masalah itu.  Maka dari itu .. Adversity Cuotient …. UP to Maximum… Reaching unlimited… Infinite… Hanya insan yang berhati lapang yang mempunyai Adversity Cuotient yang tidak terukur.   Maka dari itu kembangkan diri ini sampai mempunyai kekebalan yang luar biasa tidak terukur.  Hanya pecundang yang melemah di tengah jalan.

Input masalah, Input beban, Input kelelahan semua harus diatur, tetap menjadi output berkepribadian tenang, mengayomi sesama teman, tetap mempertahankan Hablum Minannas, dan memperhatikan prioritas.  Usaha sampai melebihi batas yang tidak terukur.  Hanya seorang insan yang berhati lapang yang dapat menembus batas itu.   Dimana input masalah, input beban yang didengarkan oleh telinga kita, akan diolah oleh logika dan perasaan.  Oleh pikiran dan hati, sampai membuat keteguhan dan keimanan menjadi goyah.. Sesungguhnya Setan ada dalam aliran darah manusia.  Hal inilah yang tidak boleh dilupakan atas janji setan yang akan selalu menggoyahkan keimanan muslim sejati.I

Infinite Adversity Cuotient, , and Infinite Qolbu . . . Between target and friendship. . .

Semoga saja sikap dan perilaku dalam proses hidup ini jangan sampai menzalimi teman, teman sesama muslim…  I’m Sorry for the trouble i made… Afwan  Lahir Bathin… Selamat Hari Raya Idul Adha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s