Guitar No.0 : A minor

 

“Ji!, nggak punya gitar Ji?”. Kata-kata itu pertama kali kudengar pada saat kelas 1 SMP dengan temanku bernama panjangnya adalah Kurniawan. Hmm, perasaan anak SMP yang :

  1. Tidak mau merasa ketinggalan zaman
  2. Tidak mau dicap nggak rame di rumahnya
  3. Nggak Gaul, nggak bisa main gitar

Hmm, perasaan-perasaan dan pikiran jahat sebuah anak kecil yang masih bau kencur (bahasa komik banget). Jadi aja deh minta lagi ke Mamah, minta dibeliin gitar, dan dengan niat jahat, “Aku akan menunjukkan pada semua orang aku bisa main gitar”, dimulailah perjalanan untuk mengerti gitar.

Hmm, mengerti gitar diusahakan dengan bertanya pada sanak dan teman terdekat dan akhirnya mereka menganjurkan aku untuk membeli Kitab Suci bernama inisial MBS. Benar2 buku yang praktis dan memudahkan, dan akhirnya lagu pertama yang dipelajari adalah dengan menggunakan kunci A minor. Sebuah A minor yang terdengar adalah sebuah upaya untuk dapat menyanyi lagu Dewa berjudul “Roman Picisan”. Hmm, lagu pertama yang benar2 kucoba untuk mengerti, dan ditemani sebuah kunci simpel A minor, akhirnya dapat mengantarkan seorang diriku untuk dapat memainkan Bass Incognito – Still a friend of Mine dalam waktu satu setengah tahun.. dan dapat memainkan penuh lagu dengan gitar klasik si Richard Marx – Now And Forever dalam 3 tahun berikutnya.. Asal kita aktif mencari skill itu sendiri, bukan pasif mendapatkan skill..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s